Tampilkan postingan dengan label Ahmad Dhani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahmad Dhani. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2011

BOM BUKU AHMAD DHANI | ANTARA TARGET BOM DAN PEREKAYASA BOM UNTUK SEBUAH SENSASI

Ahmad Dhani

Polisi Indonesia saat ini, khususnya tim yang ditunjuk untuk mengusut kasus bom buku yang sekarang lagi marak, bagaikan bola ditengah pertandingan sepak bola. Jika memang Ahmad Dhani telah merekayasa paket bom buku yang dikirim kepadanya, berarti secara tidak langsung Ahmad Dhani telah melecehkan institusi Polri sekalian show up kemampuan bahwa dia bisa menipu semua orang. Menunjukkan bahwa dia mampu mempermainkan hukum untuk kepentingannya. Tapi benarkah Ahmad Dhani merekayasa semua ini?

Seperti yang sedang diberitakan, sebuah LSM [Lembaga Swadaya Masyarakat] Hajar Indonesia dan pengacaranya Farhat Abbas telah melaporkan Ahmad Dhani ke polisi karena ada indikasi, bahwa bom buku dikirim ke kediaman Ahmad Dhani adalah rekayasa belaka. Tujuan Ahmad Dhani melakukan semua ini hanyalah untuk mencari sensasi belaka. Jika semua ini benar, sekali lagi institusi polri "ditendang" oleh sebuah LSM yang ternyata lebih pintar dari polisi dalam mengungkap kebenaran.

Sebagai masyarakat mungkin kita hanya bisa bertanya, siapa sich yang sebenarnya mencari sensasi? Kalo memang Ahmad Dhani mencari sensasi atas kejadian ini, mungkin predikat musisi yang melekat kepadanya akan berganti menjadi "Sang kolektor sensasi", karena memang sudah terlalu banyak sesasasi di dalam hidup Ahmad Dhani. "Welcome Mr. Sensation! You've done". Apabila LSM yang melaporkan Ahmad Dhani ini kepolisi juga mencari sensasi, maka tidak ada yang di dapat kecuali masuk pemberitaan TV.

Bila benar Ahmad Dhani melakukan rekayasa, maka semua orang sudah merasa tertipu, termasuk polisi itu sendiri. Artinya bukan hanya satu atau dua LSM saja yang merasa tertipu. Kalaupun ada bukti, maka bantulah polisi untuk mengungkapkan kebenaran atas kejadian ini. Dilaporkan atau tidak, Ahmad Dhani tetap akan masuk penjara jika melakukan rekayasa atas kiriman paket bom buku di kediamannya

Akhirnya, semoga polisi bisa mengungkap semua teror bom buku ini. Jangan biarkan masyarakat terlalu larut dalam kekhawatiran. Dan juga jangan biarkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab mencari peluang sensasi dari kejadian yang terjadi.

Kamis, 17 Maret 2011

AHMAD DHANI | JUGA TARGET BOM BUKU

Target bom buku - Ahmad Dhani

Siapa nyangka jika Ahmad Dhani juga menambah daftar target bom buku yang sekarang sedang trend di Indonesia. Jika pada tiga target bom buku sebelumnya adalah berasal dari kalangan "pesohor birokrat", maka Ahmad Dhani berasal dari "pesohor selebriti" yang baru saja menyelesaikan perdamaiannya dengan Global TV. Adakah benang merahnya?

Keberuntungan memang masih berpihak pada Ahmad Dhani. Paket bom buku tersebut sebenarnya sudah berada di markas RCM [Republik Cinta Management] sejak 15 Maret 2011. Namun baru diketahui hari ini dan Alhamdulillah sudah dihancurkan oleh tim gegana yang berkompeten untuk melakukan itu. Tidak seperti yang terjadi di utan kayu yang menghancurkan tangan seorang kasat reskrim.

Semoga tidak ada lagi penerima paket berikutnya. Dan semoga juga, pihak kepolisian cepat mengungkapkan identitas pengirim paket, lengkap dengan maksud dan tujuannya.

Ayolah Polri, bikin kami bangga dan tunjukkan taringmu!

Rabu, 16 Maret 2011

AHMAD DHANI VS GLOBAL TV | DAMAI ITU INDAH

AHMAD DHANI VS GLOBAL TV | DAMAI ITU INDAH

Akhirnya konflik antara Ahmad Dhani versus Global TV menemui titik temu, yaitu perdamaian. Damai itu memang indah, dan seharusnya memang begitu dalam menyelesaikan setiap masalah.

"Pada hari ini Dewan Pers mencoba melakukan mediasi antara Ahmad Dhani dengan Global TV. Hari ini, kedua pihak menganggap selesai konflik terkait kode etik dan pemberitaan," papar Agus Sudibyo selaku Ketua Bidang Pengaduan Masyarakat dan Kode Etik Dewan Pers, di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (16/3/2011)

Walau bagaimanapun, kedua belah pihak masing-masing memiliki kesalahan. Ahmad Dhani melakukan kesalahan dengan perampasan atau meminta sesuatu [Rekaman kaset] dengan paksa. Sedangkan, Global TV melakukan kekeliruan berupa pemberitaan secara berlebihan pasca insiden perampasan kamera tersebut.

Yupz, seyogyanya kita salaing menyadari kesalahan kita masing-masing karena damai itu memang indah. Damai yukk!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons