Tampilkan postingan dengan label Bocoran wikileaks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bocoran wikileaks. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Maret 2011

Profil Bradley Manning Sang Whistleblower | Dedikasi Untuk Kemanusiaan dan Wikileaks

Bradley Manning | Whistleblower

Pratu Bradley Manning sangat terlihat patriotik dengan seragam militer Amerika dari kesatuan 2nd Brigade Combat Team. Namun siapa sangka jika si doi sekarang lagi mendekam di penjara Korps Marinir di Quantico, Virginia, sejak bulan Juli 2010 lalu. Dalam pemahaman kesatuaannya, apa yang dilakukan oleh Bradley Manning adalah sebuah penghianatan bangsa. Dia telah membocorkan rahasia negara dengan mengekspos informasi rahasia negara kepada umum. Dia juga dituduh memberikan data-data yang sangat sensitif kepada seseorang yang tidak berkepentingan [Wikileaks], hal yang melanggar Espionage Act (undang-undang spionase). Total ada 22 poin tuduhan untuk Manning dengan ancaman hukuman mati.

Profil Bradley Manning

Nama : Bradley E. Manning
Tempat Tanggal Lahir : Crescent, Oklahoma, 17 Desember 1987
Nama Ayah : Brian Manning {Amerika]
Nama Ibu : Susan Fox [Inggris]
Kewarganegaraan: Amerika
Pekerjaan : United States Army Soldier
Kesatuan : 2nd Brigade Combat Team, 10th Mountain Division
Mulai Tugas: Oktober 2009
Barak Tugas: Forward Operating Base Hammer, Iraq
Kewenangan Tugas : Hak akses atas SIPRNet [Secret Internet Protocol Router Network]. Semacam jaringan komputer pemerintah Amerika yang digunakan untuk mengolah informasi rahasia.
Kesalahan : Mempublikasikan dan memberikan data yang ada di SIPRNet ke Wikileaks

Kedok Bradley Manning ketahuan karena laporan seorang hacker komputer, Adrian Lamo, yang melaporkannya ke FBI berdasarkan rekapan chatting Manning dengannya medio Mei 2010.

Video di bawah ini adalah salah satu rahasia negara yang di bocorkan oleh Wikileaks, yang seharusnya tidak boleh diketahui oleh umum. Video diambil dari Helikopter Apache yang menembaki orang sipil pada perang Iraq, lengkap dengan rekaman percakapan pilot dengan base camp.



Sayangnya , kesan Bradley manning sebagai penghianat negara lebih dominan di mata publik ketimbang sisi kemanusiaanya membongkar kejahatan perang. Sebagaimana slogan komunitas pencinta Bladley Manning di situs www.bradleymanning.org, "Exposing War Crimes is not a Crime!", Mengungkap kejahatan perang bukanlah suatu kejahatan. Sangat berbeda dengan Julian Paul Assange, Pendiri dan juru bicara wikileaks, yang lebih dominan dianggap sebagai pahlawan karena telah mengungkapkan suatu kejahatan atau konspirasi buruk pemerintah untuk kemanusiaan.

Demikian profil tokoh anak manusia kali ini yang dikutip dari berbagai sumber!

Kamis, 10 Maret 2011

Seputar Bocoran Wikileaks | Berita The Age | Yudhoyono Abused Power | Penyalahgunaan Kekuasaan Oleh Yudhoyono

Seputar Bocoran Wikileaks | Berita The Age | Yudhoyono Abused Power | Penyalahgunaan Kekuasaan Oleh Yudhoyono

Mungkin ini bukan oleh-oleh terindah yang dibawah oleh Wapres RI Boediono dari Australia setelah menerima gelar kehormatan. Betapa tidak, pihak istana merasa kaget dan sangat takut setelah membaca headline "Yudhoyono Abused Power" yang ditampilkan media Australia, The Age, sebagaimana yang dikutip dari detikcom.

Tanpa motif yang jelas, media Australia The Age tersebut menyuguhkan berita panas seputar penyalahgunaan kekuasaan oleh Yudhoyono selama periode jabatan presiden 2004-2009. Beberapa hal yang dianggap penyalahgunaan kekuasaan [Abused power] oleh Yudhoyono tersebut adalah sebagai berikut:

  • Menurut sumber-sumber diplomat yang kemudian dibocorkan Wikileaks, pada Desember 2004 memerintahkan Hendarman Supandji, waktu itu Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus. menghentikan penyidikan kasus korupsi yang melibatkan Taufik Kiemas, suami mantan presiden Megawati.
  • Yudhoyono pernah memerintahkan Kepala BIN Syamsir Siregar untuk memata-matai Menteri Hukum dan Hak Asasi Yusril Ihza Mahendra. “Pengintaian dilakukan saat Menteri Yusril melakukan perjalanan rahasia ke Singapore untuk menemui seorang pebisnis Cina”.
  • Dari beberapa dokumen yang dibocorkan wikileaks juga menyebutkan bahwa kemenangan yudhoyono juga tidak didukung oleh kekuatan politik. Belum lagi tuduhan kepada ibu negara Ani Yudhoyono yang sering memanfaatkan posisinya untuk mendapatkan uang. Sangat menyakitkan!
The president reportedly also got BIN to spy on rival presidential candidates. This practice appears to have begun while Yudhoyono was serving as co-ordinating minister of political and security affairs in former president Megawati’s government. He directed the intelligence service to report on former army commander and Golkar presidential candidate Wiranto. Subsequently, at a meeting of Yudhoyono’s cabinet, BIN chief Syamsir characterised Wiranto as a “terrorist mastermind.”

Through his own military contacts Wiranto learnt that he was the subject of “derogatory” BIN reports, but when he complained he was told by presidential adviser TB Silalahi that no such reports existed.

The leaked US embassy cables are ambiguous on the question of whether Yudhoyono has been personally engaged in corruption. However, US diplomats reported that at a 2006 meeting with the chairman of his own Democratic Party, Yudhoyono “bemoaned his own failure to date to establish himself in business matters,” apparently feeling “he needed to ‘catch up’ … [and] wanted to ensure he left a sizeable legacy for his children.”

In the course of investigating the President’s private, political and business interests, American diplomats noted alleged links between Yudhoyono and Chinese-Indonesian businessmen, most notably Tomy Winata, an alleged underworld figure and member of the “Gang of Nine” or “Nine Dragons,” a leading gambling syndicate.

In 2006, Agung Laksono, now Yudhoyono’s Co-ordinating Minister for People’s Welfare, told US embassy officers that TB Silalahi “functioned as a middleman, relaying funds from Winata to Yudhoyono, protecting the president from the potential liabilities that could arise if Yudhoyono were to deal with Tomy directly.”

Tomy Winata reportedly also used prominent entrepreneur Muhammad Lutfi as a channel of funding to Yudhoyono. Yudhoyono appointed Lutfi chairman of Indonesia’s Investment Co-ordinating Board.

Senior State Intelligence Agency official Yahya Asagaf also told the US embassy Tomy Winata was trying to cultivate influence by using a senior presidential aide as his channel to first lady Kristiani Herawati.

Yudhoyono’s wife and relatives also feature prominently in the US embassy’s political reporting, with American diplomats highlighting the efforts of the president’s family “particularly first lady Kristiani Herawati …to profit financially from its political position.”
Bukan hanya Yudhoyono, bocoran wikileaks yang dilansir oleh The Age ini juga membuka kecurangan Jusuf Kalla dalam melakukan politik uang.

Dikutip dari TempoInteraktif dan AsiaSentinel

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons