Tampilkan postingan dengan label Nurdin Khadafi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nurdin Khadafi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2011

NURDIN KHALID | SOSOK KHADAFI KECIL DI MATA MENPORA

Kahadafi Kecil

Jika pada post sebelumnya kita mengenal istilah Nurdin Khadafi, maka pada post kali ini ada istilah baru yang terungkap dari mulut Menpora Andi Malaranggeng, yaitu "Khadafi kecil". Seperti yang diberitakan, istilah Khadafi Kecil pertama kali muncul dari mulutnya saat memberi kuliah umum di hadapan ratusan santri Pondok Pesantren Darrul Ulum Jombang, Rabu (30/3/2011).

Bagi Menpora, sosok Khadafi memang fenomenal. Ia berbeda dengan para pemimpin Timur Tengah lainnya seperti Husni Mubarrak dari Mesir, ataupun Ben Ali dari Tunisia. Kenapa berbeda? Karena Khadafi adalah sosok "ngeyel" yang tidak memperhatikan kepentingan arus bawah. Disuruh mundur tapi tidak mau mundur.

Masih dalam pidatonya, menurut Menpora Andi Malaranggeng di Indonesia juga ada sosok Khadafi Kecil yang ngeyel dan gak mau mundur walaupun sudah tidak diakui. Tidak jelas siapa yang dimaksud oleh Menpora dengan Khadafi kecil itu. Namun di tengah pidato ia akhirnya mengatakan juga.
"Kalau ketua PSSI itu mundur dari dulu, persolannya selesai. Tapi orangnya ngeyel,"
Mungkinkah orang yang dimaksud dengan "Khadafi Kecil" adalah "Nurdin Khadafi"?

Rabu, 30 Maret 2011

NURDIN KHADAFI | SOSOK FENOMENAL TAHUN 2011

NURDIN KHADAFI | SOSOK FENOMENAL TAHUN 2011

Terlepas dari rasa suka atau tidak suka, pro ataupun kontra, mendukung ataupun mendemonya, sama ataupun berbeda, disini ataupun nun jauh disana, yang jelas sosok Nurdin Khadafi adalah sosok fenomenal 2011 bagi saya.

Apapun pemberitaan terhadap dirinya, sama sekali "belum" meruntuhkan niat dan tujuannya untuk tetap bercokol di negara bola minyaknya. Justru semua pemberitaan termasuk post di blog ini, membuatnya semakin lantang berkata, "Jangankan Menpora, Amerika Serikat sama pasukan koalisinya aja gue lawan".

Nurdin Khadafi memang sosok "ngotot-man" yang tidak mau mundur dari kedudukannya sebagai pemilik ladang bola yang berlumuran minyak. Walaupun "Menpora Ame Rika" [Baca: Menpora dan Amerika] menggempurnya habis-habisan tanpa mengenal lelah dan kekurangan biaya, Nurdin Khadafi tetap PD aja.

Nurdin Khadafi beranggapan, apa yang terjadi di Mesir, Tunisia dan kekalahan Timnas 3-0 di Malaysia adalah sebagai "pemantik" saja bagi orang lain untuk menggusurnya. Tidak ada alasan lain kecuali itu.

Masih menurut Nurdin Khadafi, Menpora Ame Rika seharusnya tidak boleh ikut dalam urusan negara bola minyaknya. Walau bagaimanapun, hal itu bertentangan dengan Politik Luar Negeri maupun FIFA.

Nurdin Khadafi mungkin masih gundah dengan keadaan semacam ini. Apalagi setelah rekening tabungannya di Amerika telah di blokir, barang-barang dikantornya telah dikeluarkan dan gak boleh masuk kantor lagi. Sepertinya makin sempit saja ruang geraknya.

Tapi kalo menurut saya, Nurdin Khadafi sebaiknya mundur aja. Apa gak kasihan sama penduduk Libya dan nasib persepakbolaan Indonesia yang terus menjadi korban dalam perang sengit ini. Semoga saja..!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons