Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Islami. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Maret 2011

HIKMAH SHALAWAT DAN SEEKOR ONTA

HIKMAH SHALAWAT DAN SEEKOR ONTA

Pada zaman Rasulullah s.a.w, ada seorang Yahudi yang menuduh orang Muslim mencuri ontanya. Maka dia datangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. Nabi s.a.w lalu memutuskan hukum, bahwa onta itu milik orang Yahudi dan akan memotong tangan Muslim itu sehingga orang Muslim itu kebingungan. Maka ia pun mengangkatkan kepalanya menengadah ke langit seraya berkata, "Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak mencuri onta itu."

Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada Nabi s.a.w, "Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari onta ini."

Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada onta itu, "Hai onta, milik siapakah engkau ini?"

Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, "Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu adalah dusta."

Akhirnya Rasulullah s.a.w berkata kepada orang Muslim itu, "Hai orang Muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang telah engkau perbuat, sehingga Allah Ta'ala menjadikan onta ini dapat berbicara perkara yang benar."

Jawab orang Muslim itu, "Wahai Rasulullah, aku tidak tidur di waktu malam sebelum membaca shalawat engkau sepuluh kali"

Rasulullah s.a.w bersabda, "Engkau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari siksaan di akhirat nantinya karena engkau ber-shalawat untukku."

Demikian salah satu hikmah Shalawat yang bisa kita amalkan untuk kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat kelak.

Demikian, moga ada hikmahnya!

Senin, 31 Januari 2011

PAHLAWAN NERAKA

PAHLAWAN NERAKA

Suatu hari telah terjadi pertempuran antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Tiba saat pertempuran itu reda dan kedua pihak pulang ke markas masing-masing.

Di sana Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat telah berkumpul memperbincangkan tentang pertempuran yang telah berlalu itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka yaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar menerkam mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi pahlawan ketika itu.

"Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman," kata salah seorang sahabat.

Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, "Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka."

Para sahabat menjadi heran mendengar jawaban Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawapan Rasulullah itu.

Rasulullah sadar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas beliau berkata, "Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya."

"Dia melakukan perbuatan itu adalah karana dia tidak tahan menanggung rasa sakit akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan karana berperang dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihat keadaannya yang parah, ramai orang menyangka yang dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka."

Menurut Rasulullah S.A.W lagi, sebelum dia mati, Qotzman pernah berkata, "Demi Allah aku berperang bukan karena agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak karena itu, aku tidak akan berperang." Memang Qotzman adalah seorang pahlawan, pahlawan neraka...

Dirawihkan oleh Luqman Hakim. Simak juga kisah islami lainnya

Kamis, 06 Januari 2011

HIKMAH MEMPELAJARI DAN MENGAMALKAN AL-QURAN

Iskaruji dot com | HIKMAH MEMPELAJARI DAN MENGAMALKAN AL-QURAN
Abu Umamah r.a. berkata: "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."

Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti Al-Qur'an akan datang kepada ahli-ahlinya [Orang yang mempelajari dan mengamalkannya], yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya." Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan Al-Qur'an bertanya, "Kenalkah kalian kepadaku?"

Maka orang yang pernah membaca dan mengamalkan akan menjawab : "Siapakah kamu?" Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."

Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Apakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membacanya mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.

Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga kedua orang tua tersebut bertanya : "Dari manakah kami memperoleh ini semua, pada hal amal kami tidak sampai semulia ini?"

Lalu Al-Qur'an menjawab: "Kamu diberi ini semua karena anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an"

Begitu besar manfaat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an. Sangat nyata sebagai penolong di akhirat nanti. Dan satu-satunya pedoman untuk hidup mulia didunia ini. Semoga kita semua bisa melaksanakan semua ini...

Disadur dari 1001 kisah teladan

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons