Tampilkan postingan dengan label SMS Fitnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMS Fitnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2011

SMS Fitnah SBY | Berburu Kutipan Isi SMS Fitnah Kepada Presiden SBY

sms fitnah sby
Jadi penasaran, kok bisa seorang pimpinan Republik ini alias Presiden SBY begitu marahnya menanggapi isi sms fitnah yang mengatasnamakan Nazarudin, tertuduh suap di Kemenpora yang sekarang berada di Singapura. Tidak hanya itu, sang presiden-pun melontarkan tantangan "perang" dalam pidatonya SBY saat menanggapi isi sms fitnah tersebut.

Bolak-balik menyambangi rumahnya "Mbah Google", setidaknya ada dua media online yang menulis isi sms fitnah ke Presiden SBY. Walaupun begitu, terlihat masih ada isi sms yang di sensor. Barangkali kata-katanya terlalu "mantabbb"...

Kutipan isi sms fitnah SBY yang di publish oleh Jakarta Press:
Isi SMS dari nomor +658439XXXX tersebut antara lain, "Demi Alloh, Saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas. Saya akan bongkar skandal…… dan Mega korupsi Bank Century, korupsi Andi Malaranggeng dalam Wisma Atlit, Manipulasi data IT 18 juta suara dlm Pemilu oleh Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati. Mohon doa dan dukungan. Wasallam."
Kutipan isi sms fitnah yang diterbitkan oleh Metronews:
Sebelumnya sms yang berasal dari nomor +6584393907 berkode wilayah Singapura, beredar mengatasnamakan Nazaruddin. Isi sms tersebut di antaranya yakni 'Demi Allah, Saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas. Saya akan bongkar skandal sex sesama jenis SBY dengan Daniel Sparingga, dan Mega Korupsi Bank Century dan Korupsi Andi Mallarangeng dalam Wisma Atlet. Manipulasi data IT 18 juta suara dalam Pemilu oleh Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati.'
Alamak...wajar juga jika Pak SBY sampe "uring-uringan"...Skandal sex sesama jenis segala disebutin disana. Gue juga marah jika di bilang "jeruk makan jeruk"...hikks!

Alhamdulillah, sedikit pesan kepada Pak SBY. Masyarakat Indonesia sekarang sudah pintar-pintar dan sangat berpikir kritis. Kami sebagai rakyat tahu mana yang benar, mana yang salah, mana yang salah pura-pura benar ataupun benar pura-pura salah. Mana yang seharusnya gak perlu dipermasalahkan kemudian dibesar-besarkan ataupun sebaliknya. Cukup sejahterakan kami sebagai rakyat...maka all gonna be alright...So santai aja Bro!

Happy blogging aja!

Minggu, 29 Mei 2011

SMS Fitnah SBY | Kutipan Pidato Perang SBY Kepada Penyebar SMS Fitnah

Pidato
Apa yang terjadi jika seorang kepala negara "kalap"? Jika sebagian besar kepala negara lain akan melakukan tindakan intelegen, "usut, tangkap dan binasakan", maka hal kotor seperti itu tidak terjadi kepada presiden kita SBY. Seperti biasa, curhat adalah jalan yang paling sering ditempuh oleh SBY saat hatinya sedang galau tak tertahankan.

Berikut pidato curhat SBY kepada penyebar SMS fitnah kepada dirinya sesaat sebelum keberangkatannya ke Kalimantan di Bandara Halim Perdana Kusuma, lengkap dengan tantangan perang secara terbuka kepada penyebar fitnah yang disinyalir berada ditempat gelap dengan hati yang gelap juga. Semoga kata-kata "gelap" ini gak ada hubungannya dengan "rasial"...hikks..
Saudara-saudara, selama dua hari libur, saya menerima tamu dan bertemu dengan banyak sahabat. Kita bicarakan banyak hal termasuk yang beredar di masyarakat, berkaitan dengan pemberitaan yang tidak jelas sumbernya, mengandung fitnah yang sangat keterlaluan.

Kalau bicara fitnah, banyak orang negeri ini yang menjadi korban, saya salah satunya. Selama mengemban amanah melalui pemilu yang sah dan demokratis, saya kira ratusan fitnah datang kepada saya. Selama ini saya memilih diam. Satu kali dua kali manakala fitnah itu keterlaluan, maka demi nama baik dan merupakan hak saya, saya perlu memberi penjelasan.

Banyak saudara-saudara kita di republik ini yang juga sering jadi korban fitnah. Tapi mereka tidak percaya, tidak bisa bicara dan tidak punya ruang. Mudah-mudahan yang saya sampaikan ini bisa mewakili mereka yg selama ini menjadi korban fitnah.

Saudara, sebagai WNI dan kepala negara saya sedih dan prihatin jika ada saudara kita memiliki perilaku menyebar fitnah tanpa beban apapun, tanpa merasakan. Tadinya saya berharap dengan teknologi informasi yang berkembang seperti SMS, Twitter, BB dan semua jenis media online itu bisa meningkatkan kehidupan bangsa. Itu yang harus dilakukan, bukan media itu digunakan untuk menyebarkan fitnah dan pembunuhan karakter, caci maki terhadap siapapun. Bukan cuma saya, tapi siapapun yang jadi korban teknologi informasi dewasa ini.

Saudara, apa yang saya ketahui, fitnah yang dilemparkan oleh seseorang dari tempat gelap sangat luar biasa. Saya katakan dengan bahasa terang, mereka tidak bertanggung jawab, tidak ksatria, pengecut karena tidak menampakkan diri.

Janganlah terus menerus menyebarkan racun fitnah. Muncullah secara ksatria, mari kita berhadapan demi hukum dan keadilan. Itu 1000 persen tidak mengandung kebenaran. Katanya ada mega skandal Bank Century, itu-itu lagi. Disebutkan tindakan saya yang tidak terpuji. Ada lagi dikatakan PD punya tabungan Rp 47 triliun dan demokrat harus menjelaskan. Terbalik logikanya. Dia yang menuduh dia yang membuktikan.

Jangan lakukan sesuatu dengan sembunyi melalui apa yang beredar sekarang ini. Zaman dahulu dengan alasan demokrasi belum mekar, belum ada kebebasan berbicara dan organ kekuasaan negara bisa ambil tindakan. Mungkin orang takut sampaikan pendapatnya. Sekarang tersedia media massa yang mendiskreditkan di antara kita. Ada tersedia dan sah. Silahkan saja, itu bagian dari kebebasan berbicara.

Saya tidak bisa menerima jika cara seperti itu berlangsung di negeri kita. Saya menyeru supaya tidak diteruskan. Saya juga menyeru mereka yang difitnah untuk menggunakan haknya.

Saya ingin menyeru pada masyarakat Indonesia, janganlah negeri ini jadi tanah dan lautan fitnah, tidak akan mencerdaskan bangsa. Marilah kita menjadi bangsa yang benar-benar beradab, civilized. Justru saat ini kita harus menyatukan langkah untuk bekerjabersama meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Saya juga ingatkan, muncul situasi sekarang ini kegiatan mengadu domba satu sama lain. Mari kita aware satu sama lain.

Saya juga imbau media massa, yang punya peran sangat luhur juga, ariflah. Bayangkan kalau sebuah sumber yang sangat tidak jelas diangkat menjadi sumber berita. Rakyat kita ini dapat apa. Mestinya kita bersyukur ketika negeri kita saat ini memiliki momentum, telah melalui masa gelap. Jangan kita merugi energi kita habis untuk menghadapi hal-hal seperti ini. Kehidupan yang bermoral, beretika, beradab, segalanya dipertanggungjawabkan secara ksatria, tidak pengecut.
Post kali ini semakin melengkapi post sebelumnya tentang Andi Nurpati dan Nazaruddin. Moga Pak SBY makin kuat dan tetap negara adalah tanggung ujawab utamanya. Dan jangan sampai karena ulah "kutil" kader Demokrat yang dipimpinnya semakin menghancurkan pamor "panjenengan" sebagai pemimpin negara...

Kunjungi juga sumber penulisan post ini di detik dot com
Happy blogging!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons