Selasa, 11 Januari 2011

RASANYA MEMBUAT ORANG TERABAIKAN

Saat ini, sepertinya aku sudah bisa menikmati rasa tidak enaknya terabaikan. Jika kemarin aku getol dengan nasehat untuk mengabaikan orang, maka saat ini aku tahu betul apa yang mereka rasakan saat terabaikan. Terkadang kita tidak perlu menunggu mati untuk menerima azab atau balasan setimpal terhadap apa yang telah kita perbuat.

Jalan memang berliku, dan tanpa kita sadari, kita telah kembali ketitik asal dimana kita pernah melewatinya. Namun tidak banyak dari kita yang bisa memahami dan mengambil hikmah atas semua yang terjadi. Terus menerus melakukan hal yang sama dan dengan dampak yang sama juga. Dan hari ini aku kembali mendapat pelajaran yang sama seperti yang pernah aku terima belasan tahun lalu.

Rasa ini terlalu dalam, hingga aku sendiri lupa bagaimana kembali kepermukaan. Untungnya aku sudah meyakini diriku untuk tetap berada didasar rasa ini, apapun yang terjadi. Cukuplah didasar lubuk ini sebagai tempat terakhir menyandarkan segala rasa yang terabaikan. Karena aku memang tidak akan sanggup lagi untuk mengarungi luasnya dasar ini dan mengendap di lubuk lainnya.

Jera dan aku jera, melakukan tindakan konyol dengan emosi, amarah dan murka. Apalagi terhadap seseorang yang dikepala dan hatinya terukir kata "aku bukan berarti apa-apa". Aku hanya akan mendapatkan rasa, rasanya terabaikan seperti orang-orang sebelumnya. Mungkin karena aku terlalu tinggi menempatkan diriku atas rasa ini. Tapi inilah rasa ini yang aku rasa.

Biarlah aku menikmati rasa ini dengan rasa seolah-olah orang juga menikmatinya. Karena rasa yang sebenarnya adalah rasa yang tidak mengukur seberapa besar rasa seseorang terhadap kita. Apalagi berkeluh kesah dengan rasa, rasanya terabaikan.

Keep on spirit "aku"...!

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons