Rabu, 29 Juni 2011

Mengapa Calon KSAD Harus Iparnya SBY Bukannya LetJen Pramono Edhie Wibowo

Kasad Ipar Sby

Mungkin karena saya yang kurang memahami Bahasa Indonesia yang baik dan benar atau memang sudah jadi tradisi seperti ucapan Pak ustadz saat masih aktif ngaji dulu. "Jadi haji itu berat tanggung jawabnya. Ada apa-apa pasti Pak haji. Lihat tuch ayamnya Pak haji lagi ngotorin jemuran tetangga, kata Pak ustadz". Begitu juga dengan beberapa headline yang menulis seputar calon Kepala Staf Angkatan Darat.

Mengapa Calon KSAD itu Harus Iparnya SBY Bukannya Letnan Jenderal Pramono Edhie Wibowo, atau Mantan Danjen Kopassus, atau Mantan Pangkostrad, atau Mantan Pangdam III/Siliwangi. Mengapa harus iparnya SBY yang diunggulkan?

Sebagai warga negara, kita tentunya sangat menginginkan seorang pimpinan tertinggi Angkatan Darat ini adalah orang yang kredibilitasnya memang patut di banggakan dengan segala prestasi dan pengalamannya. Mungkin tidak salah jika calon kuat pengganti Goerge Toisutta sebagai KSAD itu adalah LetJen Pramono Edhie Wibowo. Lulusan Akademi Militer pada 1980 telah terbukti berhasil memimpin beberapa jabatan strategis di Angkatan Darat. Tapi jika calon KSAD itu Adik Iparnya SBY mungkin kita semua akan bertanya-tanya, apa hebatnya?

Mungkin post kali ini cuma ingin sedikit menegaskan bahwa nilai Letnan Jenderal Pramono Edhie Wibowo lengkap dengan segala prestasi atas jabatan yang pernah dipangkuhnya jauh..jauh..jauh..lebih tinggi dari nilai seorang iparnya SBY. Semoga sang Jenderal tidak berkecil hati jika segala dedikasinya dinilai lebih kecil dari status "iparnya SBY".

Happy blogging!

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons