Minggu, 19 Juni 2011

Pojok Cinta | Esensi dan Nilai Cinta Tidak Terbatas Oleh Ruang dan Waktu

Esensi dan Nilai Cinta
Terlalu banyak kata-kata yang bisa digunakan untuk mengungkapkan arti dan esensi cinta. ia akan memiliki pemahaman dan pengertian yang berbeda-beda bagi setiap orang yang merasakannya. Wajar jika ada perdebatan panjang jika fokus pembahasannya adalah seputar memaknai cinta. Karena cinta memang memiliki pengertian yang tanpa batas.

Cintapun tidak terbatas ruang dan waktu. Terlihat dari bentuk peng-idolaan dengan rasa cinta kepada seseorang atau sesuatu, baik dari masa lampau maupun masa depan. Cinta seorang muslim kepada rasulnya atau cintaku kepada kemajuan dan kewibawaan bangsa ini dimasa datang merupakan bentuk cinta yang teramat sangat dalam.

Merasakan bentuk cinta yang teramat luas diatas, maka suatu hubungan cinta jarak jauh antara seorang laki-laki dan seorang perempuan seharusnya bukan sesuatu yang janggal. Perkenalan seseorang melalui akun jejaring sosial yang kemudian mengikrarkan diri untuk saling mencintai, saling berbagi, saling membutuhkan kehadirannya walaupun hanya dari dunia maya merupakan bentuk cinta. Esensi dari cinta jarak jauh ini sudah terpenuhi jika keduanya memang menikmati dan membutuhkannya. Bukankah kita bisa menjadi lebih baik hanya dengan mengamalkan setiap perkataan dan tindak tanduk Rasulullah dalam bentuk hadits tanpa perlu bertemu dengannya? Memang berbeda tapi esensi cintanya tetap sama.

Pada dasarnya setiap makhluk dibumi ini telah di anugerahi cinta. Namun manusia adalah pemilik terlengkap cinta itu sendiri. Jika seekor ayam mencintai lawan jenis, maka ia tidak perlu memikirkan apakah ayam betina itu ibunya atau anaknya. Yang penting mencintai. Berbeda dengan manusia yang telah dilengkapi processor otak yang bisa menghasilkan algoritma logika. Ia seharusnya tahu mana yang patut dicintai atau tidak. Bahkan manusia bisa mengatur tingkat cinta itu sendiri saat menjalaninya.

Jadi jangan persalahkan sebuah akun sosial jika ada hubungan jarak jauh yang mengakibatkan kehancuran dan kerugian bagi kedua belah pihak. Karena hal itu hanya terjadi jika manusia yang mengalami rasa cinta itu bukan menggunakan kemampuan supernya sebagai manusia dalam memaknai cinta. Tapi ia lebih suka menggunakan naluri cinta seperti ayam tadi.

Akhirnya, cinta memang terkadang tak ada logika seperti nyanyian Agnes Monica. Dan jika berdampak buruk, tidak ada yang salah dengan dengan esensi cinta. Mungkin karena logika yang sengaja kita non-aktifkan saat menjalani cinta.

Happy blogging!

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons